Dalam rangka transformasi Program Studi D-3 Sekretari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi Program Sarjana Terapan (D-4) Administrasi Perkantoran Digital, pada tanggal 22 Juli 2025 diselenggarakan workshop yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari kalangan akademisi maupun dunia usaha, industri, dan kerja (IDUKA), guna merumuskan arah penyusunan dan pengembangan kurikulum yang visioner. Workshop ini menjadi forum kolaboratif antara perguruan tinggi dan IDUKA dalam mendesain ulang kurikulum, dengan fokus pada penguatan profil lulusan yang relevan dengan dinamika kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Agenda utama kegiatan ini mencakup pembahasan langkah-langkah substantif dalam proses alih jenjang program studi, serta penyusunan rancangan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Manajemen FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kurikulum vokasi yang visioner yakni kurikulum yang dirancang dengan pendekatan strategis, relevan dengan kebutuhan global, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Beliau juga menegaskan bahwa redesain kurikulum merupakan kunci utama dalam menghasilkan lulusan yang adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Salah satu aspek penting dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum adalah digitalisasi, yang kini menjadi elemen krusial dalam menghadapi transformasi dunia kerja akibat pesatnya perkembangan teknologi dan otomasi. Menurutnya, integrasi teknologi digital dalam kurikulum bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem kerja modern.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Drs. Ludfi Djajanto, MBA, Tim Penyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Beliau menyampaikan panduan strategis dan pencerahan akademik terkait arah kebijakan strategis transformasi pendidikan vokasi, serta menyoroti urgensi pendekatan digital dalam redefinisi program studi D-3 Sekretari FEB USK.  Ia juga menegaskan pentingnya desain kurikulum global yang responsif dan adaptif berbasis OBE. Disamping itu,  beliau juga menekankan pentingnya keterkaitan antara capaian pembelajaran dengan visi program studi, guna memastikan arah pengembangan kurikulum tetap sejalan dengan tujuan strategis institusi. “Transformasi bukan sekadar perubahan jenjang, melainkan pembaruan visi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada masa depan,” tegas Dr. Ludfi Djajanto

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari sivitas akademika FEB USK serta perwakilan IDUKA sebagai narasumber seperti PT. Solusi Bangun Andalas, TVRI Aceh, PT Gigeh Mandiri Sejahtera, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dan PT. PLN Wilayah Aceh. Diskusi menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta urgensi pembaruan identitas program studi melalui perubahan nomenklatur menjadi Program Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital, sebagai respons terhadap perkembangan era digital.

Beberapa hasil penting dari kegiatan ini antara lain terhimpunnya masukan strategis dari pemangku kepentingan terkait desain kurikulum dan arah transformasi program studi, terbentuknya pemahaman bersama tentang pentingnya desain kurikulum berbasis OBE yang adaptif terhadap kebutuhan industri, penyusunan rancangan awal pengembangan kurikulum D-4 Administrasi Perkantoran Digital dan diperolehnya dukungan akademik dan praktis terhadap pengusulan alih jenjang program studi.

Koordinator Program Studi D-3 Sekretari FEB USK, Dr. Muliati Usman, S.E., M.M., menjelaskan bahwa  Program Studi  D-3 Serkretari FEB USK menggagas kurikulum visioner dengan pertimbangan bahwa kurikulum tersebut dikembangkan berdasarkan visi jangka panjang, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman, tren global, dan tantangan masa depan, seperti teknologi, keberlanjutan, dan perubahan sosial  dengan tujuan agar mahasiswa mampu menggunakan teknologi sebagai alat produktivitas dan inovasi dalam dunia kerja modern. Tim Penyusun Kurikulum Program Studi secara khusus merancang kurikulum berbasis pada realitas dan kebutuhan lokal, mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa, mendorong pembelajaran bermakna dan aplikatif, memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bahan ajar atau media belajar dan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap lingkungan mereka. Selanjutnya, kurikulum visioner dirancang dengan ciri-ciri antara lain fokus pada kemampuan abad 21 (kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif), berorientasi pada masa depan dan inovasi, mendorong literasi digital, kewirausahaan, dan keberlanjutan, menyesuaikan dengan perkembangan global dan revolusi industri 4.0/5.0 dan mengintegrasikan kecakapan hidup dan nilai-nilai masa depan.

Workshop ini menjadi tonggak awal yang signifikan dalam proses transformasi program studi, khususnya dalam merumuskan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Usulan perubahan nomenklatur Program Studi D-3 Sekretari menjadi Program Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran Digital mengemuka sebagai langkah strategis dalam memperkuat identitas program studi yang lebih relevan dengan dinamika era digitalisasi. Selanjutnya, melalui kolaborasi antara kalangan akademisi dan dunia usaha/dunia industri (IDUKA), arah transformasi program studi dirumuskan secara menyeluruh dan terarah. Upaya ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang mampu menjawab tantangan dunia kerja modern yang terus berkembang di tengah arus digitalisasi.

Categories:

Tags:

Comments are closed