BANDA ACEH — Program Studi D-III Sekretari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Workshop on Digital Administrative Management for Secretaries: Leveraging Artificial Intelligence (AI) and Big Data. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis, 16–17 September 2026, bertempat di Aula PDPK FEB USK.
Kegiatan ini diikuti oleh 87 peserta yang terdiri dari mahasiswa D-III Sekretari angkatan 2024, 2025, dan 2026, serta mahasiswa Ekonomi Pembangunan (EKP). Acara dibuka secara resmi dengan kata sambutan dari Ketua Program Studi D-III Sekretari sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Cut Risya Varlitya, S.E., M.Si.. Sesi materi dipandu oleh moderator Khairun Amala, M.M., yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi seorang sekretaris agar dapat menjalankan tugas secara lebih efektif dan efisien.
Pada hari pertama, menghadirkan pemateri Muhammad Chaidir yang membawakan topik “Administrasi Digital Cerdas: Pemanfaatan AI dan Big Data”. Pemateri memaparkan perkembangan kecerdasan buatan, konsep Big Data, serta pengenalan berbagai platform Generative AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Copilot. Selain teori, peserta melakukan praktik langsung menyusun prompt efektif berbasis peran, konteks, tugas, dan format untuk pembuatan surat resmi. Pemateri juga mengingatkan pentingnya etika dan keamanan data dengan tidak memasukkan informasi pribadi ke dalam platform AI.
Hari kedua dilanjutkan oleh pemateri Muhammad Fadhli Al Amal dengan materi bertajuk “AI-Powered Digital Archive System”. Pemateri menjelaskan bahwa kebangkitan AI tidak menggantikan peran sekretaris, melainkan menggeser kemampuan manusia menuju pemikiran tingkat tinggi (Higher Order Thinking). AI difungsikan sebagai asisten untuk tugas repetitif seperti penyusunan notulen rapat, balasan surel, dan pengelolaan agenda. Pada sesi praktik, peserta diajak mengimplementasikan pengarsipan digital memanfaatkan integrasi Google Forms, Google Drive, Spreadsheet, Apps Script, dan OpenRouter, serta diingatkan untuk selalu memverifikasi hasil luaran AI guna menghindari bahaya hallucination.
Melalui workshop dua hari ini, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI dan sistem pengarsipan digital secara cerdas, bijak, dan etis untuk mendukung manajemen administrasi kesekretariatan yang modern.

Comments are closed